Selasa, 28 Juli 2015

JALUR JALAN KANAN MOBIL JUGA STIR KANAN



Ini kaki kedua saya ke Yangoon Miyanmar.  Dua tahun lalu saya juga ke Miyanmar, diundang oleh KBRI Yangoon untuk memberi ceramah tentang Pendidikan Masa Depan kepada warga RI yang tinggal di sekitar Yangoon dan para orangtua siswa YIIS maupun alumni YIIS.  Sebagaimana pernah saya tulis di blok ini, KBRi Yangoon punya YISS (Yangoon Indonesia International School), sebuah Sekolah Indonesia di Luar Negeri tetapi menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan sebagian muridnya adalah anak-anak orang beken di Miyanmar.

Kali ini saya diundang oleh Seameo Chat (South East Asia Ministry of Education Organization-Center of History and Tradition) untuk memberi kuliah tentang Local Wisdom as Basis of Character Education.  Mungkin ada staf Seameo Chat yang membaca makalah saya di Asaihl International Conference, sehingga mengundang saya untuk memberi kuliah tentang itu bagi staf mereka dan mahasiswa Pascasarjana dari beberapa universitas di sekitar kota Yangoon.

Saya tiba di bandara Yangoon sekitar pukul 17 waktu setempat atau sekitar 17.30 WIB (waktu di Yangoon 30 menit di belakang WIB) dan dijemput oleh Dr. Win Myat Aung, seorang senior researcher officer.  Sebagaimana biasanya, beliau mengenakan sarung yang di Miyanmar disebur longji (moga-moga ejaannya betul, karena istilah itu aslinya ditulis dengan huruf Miyanmar).  Menurut Direktur Seameo Chat, Dr. Myint Myint Ohn, sarung merupakan pakaian resmi di Miyanmar.  Bahkan seragam siswa SMP adalah baju putih dengan sarung warna hijau.

Saya mengamati Yangoon mengalami perkembangan sangat cepat.  Bandaya sedang diperluas dan jalan-jalan menjadi lebih lebar dan rapi.  Di kiri-kanan jalan saya melihat perkantoran modern, misalnya dealer BMW, Panasonic dan sebagainya.  Tampaknya Miyanmar sedang menggeliat.  Masuk akal, kalau Dr. Myint Myint Ohn bercerita, kebutuhan kursus bahasa Inggris meningkat saya tajam.  Kursus bahasa Inggris yang dilaksanakan di Seameo Chat (ini terobosan baru, Senter untuk Sejarah dan Tradisi tetapi membukan kursus bahasa Inggris) yang daya tampung maksimal hanya 200 orang, pendaftarnya lebih 2.000 orang, sehingga mereka harus mengantri.

Lalu lintas menjadi sangat macet, karena jumlah mobil meningkat tajam sementara jumlah jalan belum banyak berubah.  Memang jalan diperlebar tetapi belum mampu mengimbangi peningkatan jumlah mobil.  Jarak antara bandara dengan hotel tempat kami menginap hanya sekitar 10 km tetapi itu ditempuh hampir satu jam.  Itupun sopirnya sudah meliuk-liuk agar mobil dapat melaju di sela-sela kemacetan.

Karena macet, saya dapat mengamati mobil-mobil yang lalu lalang.  Hampir semua mobil Jepang dan Toyota yang paling banyak. Memang ada mobil merek lain, seperti Mercy,BMW, VW, Honda dan lain-lainnya, tetapi tida banyak.  Mobil untuk menjemput saya juga Toyota Crown mewah walaupun mungkin sudah agak tua.

Yang paling menarik perhatian saya adalah mobil-mobil yang lalu lalang itu stir kanan seperti mobil di Indonesia.  Pada hal Miyanmar menganut jalan jalur kanan seperti Amerika Serikat, Belanda dan Philippines.  Lazimnya model jalan jalur kanan, mobilnya stir kiri, sedangkan model jalur jalan kiri seperti Indonesia.  Indonesia, Singapore dan Inggris menganut jalan jalur kiri dengan mobil stir kanan. Belanda, Amerika Serikat dan Philippines menganut jalan jalur kanan dengan mobil stir kiri.  Nah, aneh bin ajaib, Miyanmar menganut jalan jalur kanan tetapi mobilnya stir kanan juga.

Dr. Win Myat Aung menjelaskan pada awalnya Miyanmar menganut jalan jalur kiri, tetapi sekitar 10 tahun oleh pemerintah diubah menjadi jalur kanan.  Alasannya apa, Dr Win tidak dpat menjelaskan. Apa hanya karena benci dengan Inggris yang pernah menjajah Miyanmar, sehingga model jalur jalan tidak boleh sama dengan Inggris ya?  Biarlah itu menjadi urusan orang Miyanmar.  Yang menjadi pertanyaan saya apakah dari aspek keamanan, jalur jalan kanan dengan mobil stir kanan itu aman?  Mungkin ini menjadi bahan kajian menarik bagi teman-teman yang mendalami ke-lalu lintasan jalan raya.

Tidak ada komentar: