Minggu, 26 Juli 2015

TERNYATA CUCU ITU SEGALANYA (2)



Tiga hari sebelum Freya datang, saya dan isteri menyiapkan kamarnya.  Kita menyiapkan kamar Lala, maksudnya kamar yang dulu digunakan oleh Lala baik waktu masih gadis maupun sesudah menikah dan pas ke Surabaya.  Setelah kami bersihkan, kita atur-atur posisi tempat tidurnya agar dapat digunakan tiga orang, Lala, Bim dan Freya.  Bahkan kita coba ditambahi kasur di bawah, jaga-jaga kalau kawatir Freya tertimpa tangan Lala atau Bim saat tidur.

Lama kami coba atur sana-sini, tetapi kami merasa kurang besar.  Kasihan mereka, sehingga saya dan isteri memutuskan, biar Lala, Bim dan Freya menggunakan kamar kami dan kami yang pindah menggunakan kamar Lala.  Kamar kami memang sedikit lebih besar dan posisi almari di pojok sehingga ruangan untuk tempat tidur dan sebagainya lebih lebar.

Nah, ketika Freya sudah datang dan ditidurkan oleh ibunya, saya dan isteri lama menunggui dan melihat dia tidur.  Lama-lama kepengin tidur di dekatnya.  Akhirnya Bim yang mengalah tidur di kamar Lala, sedangkan Lala, Freya, saya dan isteri krutelan tidur di kamar kami.  Dan itu berlangsung sampai sekarang, karena kami sangat senang memandangi Freya saat tidur dan sangat sedang jika ikut mengisik-isik saat dia akan tidur.

Hari Sabtu tanggal 18 Juli 2915 kami ke Malang, beridul Fitri dengan Yang Ti (ibu mertua saya) dan Mbah Mien (bulik saya, pengganti almarhum ibu saya dan tempat saya menumpang saat kuliah) .  Karena tidak memiliki mobil besar dan rombongannya banyak, kami menggunakan 2 mobil.  Saya menyopir dengan penumpang isteri saya, Lama dan Freya.  Reza menyopir dengan penumpang Bim.

Sebelum ada Freya, biasanya saya dan isteri bermalam di rumah Yang Ti.  Namun kami ini saya ngotot harus menginap di hotel, karena kasihan Freya kalau nanti tidur kruntelan dan apalagi ramai karena banyak orang.  Alhamdulillah kami mendapatkan guest house yang murah di dekat kampus Widya Gama.  Lagi-lagi kami pesan dua kamar, satu kamar untuk Lala, Freya, saya dan isteri saya, satu kamar untuk Reza dan Bim.

Waktu balik ke Surabaya, Lala pengin menyopir sehingga saya dan isteri duduk di bangku belakag mengapit Freya yang ditidurkan di car sit.  Tidak tahu kenapa, Freya rewel sehingga saya tidak tega.  Akhirnya, saya ganti yang menyopir dan Lala duduk di bangku belakang menemani Freya.  Saya bilang ke Lala, lebih baik Yang Kung capek nyopir tetapi Freya tenang di mobil.

Minggu ini merupakan minggu dengan kesibukan khusus tetapi sangat menyenangkan.  Sekitar jam 4.30, sekitar waktu subuh Freya selalu sudah bangun dan usrek-usrek.  Biasanya maah saya goda dan dia tertawa.  Saya ajak bermain sampai pagi menjelang dimandikan.  Dia sangat senang diajak ke halaman belakang melihat burung.  Setelah mandi dan mimik, biasanya saya ajak jalan-jalan di depan rumah dengan menggunakan kereta dorong yang konon namanya stroller. 

Untunglah minggu ini belum ada kesibukan.  Paling-paling ke Pascasarjana menyerahkan BKD dan mampir ke Fakultas untul beridul Fitri dengan teman-teman.  Sepulang dari kampus saya meluncur ke Blauran untuk membeli anting-anting, karena anting-anting Freya hilang satu.   Seumur-umur baru kali ini saya memberi perhiasan emas seperti itu, sehingga sebelum berangkat saya tanya macam-macam kepada isteri saya agar tidak keliru.  Saya juga membawa uang agak banyak, agar jangan sampai kurang.  Ee, ternyata anting-anting bayi itu hanya 0,45 gram sehingga hanya sekitar 200 ribu rupiah.  Tiwase saya bawa uang agak banyak.

Sesampai di rumah, anting-anting di bersihkan dengan alkohol, dilumuri dengan gentamisin terus dipasang.  Alhamdulillah, persis seperti yang hilang, sehingga hanya dipasang satu. Jadi Freya memakai anting-anting lama pada telinga kiri dan anting-anting baru untuk telinga kanan.  Orang pasti tidak tahu kalau itu sebenarnya sisian, karena bentuknya sama dan ukurannya juga sangat mirip.

Pagi ini saya harus ke Miyanmar untuk memenuhi undangan mengajar di SEAMEO CHAT selama dua hari. Oleh karena itu, begitu bangun saya habiskan waktu menunggui Freya, mengisik-isiknya.  Baru setelah adzan subuh, saya sholat dan menulis tulisan yang Anda baca.  Setelah saya uploadpun, saya akan kembali ke kamar Freya dan jika sudah bangun akan mengajaknya bermain.  Pokoknya semua waktu untuk Freya, sehingga isteri saya berkomentar, Yang Kung hanya mengurus Freya dan melupakan yang lain.  Dan saya menjawab, memang Freya itu segalanya bagi saya.

Tidak ada komentar: