Sabtu, 01 Juni 2013

MS SHI HUI

Seperti saya sebutkan terdahulu, begitu tiba di hotel saya langsung ke tempat acara, yaitu di Koh Pich City Hall.  Hanya sempat cuci muka dang anti baju resmi untuk ikut acara pembukaan. Sampai di pintu gedung saya dijemput oleh Pak Ali Mustofa dan seorang panitia.  Mereka berdua mengantar saya sampai tempat duduk dan ke Madame Xu Lin untuk memberi salam.

Ketika acara sudah selesai, Ibu Chen Jing, Direktur CI Unesa dari China, memperkenalkan saya dengan sekretaris Madame Xu Lin.  Ternyata gadis yang tadi menjemput saya bersama Pak Ali Mustofa.  Bu Chen Jing mengatakan sekretaris yang cantik sekali.  Dan memang betul, Ms Shi Hui sangat cantik.  Saya duga usianya sekitar 25-30 tahun.  Pakaiannya sederhana, hanya rok, baju dan blazer warna hitam.  Berkulit putih, hidung sangat mancung dengan mata tidak terlalu sipit.  Sepertinya tidak pakai make up atau kalau memakai sangat tipis.  Sangat ramah dan lebih penting sangat helpful.  Berusaha membantu apa keperluan peserta.

Ketika akan bertemu dengan Ibu Xu Lin tanggal 30 pagi, Ms Shi Hui yang menyambut kami di ruang transit, mempersilahkan duduk dan mengambilkan minum.  Sepertinya dia yang mengatur acara pertemuan pagi itu.  Ketika saya dengan Pak Felix Kasim (rektor UK Maranatha Bandung) akan ke hotel setelah makan siang, Ms Shi Hui yang mengatur dan mencarikan mobil.  Bahkan ketika saya berdiri setelah selesai makan, Ms Shi Hui mendekatai saya dan bertanya perlu apa.  Saya benar-benar kagum atas upayanya membantu peserta konferensi.

Apakah memang seperti itu prinsip kerja staf Hanban, saya tidak tahu.  Tetapi kalau mengamati kerja mereka selama konferensi sepertinya betul. Ketika tiba di bandara, ada petugas yang menjemput.  Pada hal saya datang terlambat satu hari.  Memang bahasa Inggrisnya tidak lancar, tetapi petugas penjemput sangat ramah dengan membawa papan bertulis CI Conference.  Ketika saya angkat tangan, dia langsung menyongsong saya, mengambil koper dan meminta saya menunggu mobil yang akan segera datang.

Karena ada peserta yang beragama Islam dan ingin makanan halal, pada acara makan selalui disediakan tempat untuk makanan halal.  Di hotel ada ruangan khusus dengan makanan halal.  Saat makan siang di restoran juga disediakan ruang khusus untuk makanan halal. Biasanya yang makan di situ  peserta dari Indonesia, Malaysia, Jordan dan Pakistan.   Kami dapat makan dengan tenang tanpa takut keliru ambil makanan.

Acara diatur dengan rapi.  Termasuk naik bis dari hotel ke tempat acara diatur dengan rapi. Di kartu/bad peserta telah dituliskan kode bis yang harus digunakan.  Kebetulan saya dapar bis D.   Untuk makan di hotel maupun di restoran peserta diberi kupon untuk diserahkan kepada petugas ketika masuk restoran.   Semua berjalan tertib.  Kita juga harus tertib, kalau lupa membawa kupon makan, tidak akan diijinkan masuk restoran.

Saya jadi teringat ketika mengikuti International Confucius Institute Conference di Beijing pada bulan Desember 2011.  Saya merasa perlu hati-hati karena pengalaman kesulitan di bandara Guangzhou tahun 2010.  Waktu itu saya akan ke Wuhan dan transit di Guangzhou.  Saya kesulitan untuk mencari gate.   Semua tanda bertulisan China sehingga saya tidak dapat membaca.  Bertanya, termasuk ke bagian informasi, saya mendapat kesulitan karena mereka tidak dapat berbahasa Inggris.  Terpaksa tilpun ke teman di Jakarta sudah sering ke Guangzhou dan ternyata harus pindah terminal, dengan melewati lorong yang cukup panjang.

Oleh karena itu, sebelum berangkat ke Beijing saya menyiapkan berbagai hal, termasuk bagaimana pergi dari bandara ke hotel.  Ternyata semua sudah diatur dengan rapi oleh panitia.  Memang hanya sedikit yang dapat berbahasa Inggris, tetapi semua diatur dengan tanda.  Termasuk nomor bis dan tempat parkir bis diberi tanda.  Oleh karena itu, tanpa bertanya asalkan melihat  tanda kita dapat mudah mencari sesuatu.  Saya juga diberitahu bagaimana cara bepergian, yaitu dengan bertanya kepada petugas front office di hotel.  Mereka akan mengambil kertas dan menuliskan alamat yang dituju, termasuk ongkos taksi dengan huruf China.  Kita tinggal menunjukkan kertas tersebut kepada sopir taksi dan kalau dia mau akan bilang OK.

Kembali kepada Ms Shi Hui, sepertinya dia orang terpercaya di lingkungan staf Hanban.  Di akhir pertemuan dengan Madame Xu Lin, beliau pesan kalau ada sesuatu informasi disilahkan menghubungi Ms Shi Hui.  Termasuk saat konferensi, sepertinya banyak staf Hanban yang bertanya ke dia.  Karena kita ingin, konferensi CI Asia tahun depan dapat diselenggarakan di Indonesia, saya pesan ke Pak Ali Mustofa untuk selalu kontak dengan Ms Shi Hui untuk meyakinkan bahwa Indonesia siap.   Tentu Pak Ali tidak keberatan untuk ber-email ria dengan sekretaris cantik, ramah dan helpful.  Semoga. 

Tidak ada komentar: