Selasa, 26 Februari 2013

SCIENCE FESTIVAL DAN NEMO


Seperti biasanya, setiap berkunjung ke negara maju saya selalu menyempatkan diri membeli buku.  Nah, pada hari terakhir di Edinburgh tanggal 18 Februari 2013 saya ke toko buku yang terletak tepat di depan Edinburgh University, diantar oleh Titi, anak sulung saya.  Nama sebenarnya Rizki Fitria, Titi adalah nama panggilan kesayangan di keluarga.

Ketika sudah membeli beberapa buku, kami pulang sambil ingin mampir minum capuchino.  Mumpung hari cerah dan masih ada waktu luang sekitar satu jam.   Pas keluar dari toko buku, saya lihat anak saya membawa semacam majalah.  Setelah di tempat minum capuchino, saya baru tahu yang dibawa adalah booklet tentang Edinburgh International Science Festival 27 March-7 April 2013.

Menurut Titi, setiap tahun di musim semi selalu ada Science Festival di Edinburgh.   Yang disasar adalah anak-anak.  Tujuannya untuk meningkatkan minat anak-anak kepada sains.  Dari booklet tersebut memang tampak bahwa isi festival banyak dikhususnya untuk anak-anak.  Misalnya Imagination Garden, World of Bubbles, Storytime Tent,  The Chain Reactor, Nina and the Neurons dan sebagainya.  Dari gambar pamreran yang akan ditunjukkan pada setiap stan, saya menduga anak-anak senang melihatnya.

Sayang sekali waktunya tidak pas.  Jadi saya tidak dapat melihat festifal tersebut.  Menurut Titi, biasanya pengunjungnya sangat banyak. Tidak hanya datang dari kota Edinburgh, tetapi juga dari daerah lain di sekitarnya.  Umumnya mereka datang berombongan dan diantar oleh gurunya. Anak-anak, khususnya anak seusia TK, SD dan SMP sangat senang, karena dapat mencoba berbagai permainan.  Dan semua itu terkait dengan sains.

Mendengar cerita itu saya jadi teringat museum NEMO di dekat Central Station di Amsterdam.  Lokasinya di tengah sungai atau danau.  Biasa di Belanda banyak lokasi seperti itu. Entah sungai atau danau.  Yang jelas hamparan air yang sangat luas dan airnya tidak bergerak.  Jadi kalau akan ke gedung NEMO melewati semacam jembatan sepanjang sekitar 100 meter

Saya tidak ingat apa arti kata NEMO.  Ada yang mengatakan sekedar nama.  Ada yang mengatakan itu nama sejenis ikan.  Yang jelas, walaupun disebut museum tetapi dalam web disebutkan bahwa NEMO is the largest science center in Netherlands.  Gedungnya berbentuk kapal terdiri dari 5 lantai.  Di dalamnya diselenggarakan pameran secara permanen.  Dan semuanya terkait dengan sains dan teknologi.  Jadi NEMO mirip Science Center di Singapura.  Mungkin lebih lengkap.

Tahun 2012 saya sempat mengunjungi NEMO ditemani mahasiswa S2 Unesa yang sedang menempuh program IPOME di Belanda.  Saya kagum akan isi, cara penataan, cara pelayanan dan demontarasi yang dilakukan.  Saya yakin, pameran di NEMO dapat menumbuhkan keingintahuan anak-anak.  Dan karena semua terkait dengan sains dan teknologi, keingintahuan itu akan menjadi pemicu anak-anak mendalami sains dan teknologi.

Saya ingin memberikan gambaran sekilas apa yang saya lihat dan saya coba.  Mencoba?  Ya, karena pengunjung disilahkan mencoba berbagai “alat permainan” yang membuat kita bertanya-tanya, bagaimana itu dapat terjadi.  Nah, ketika pengunjung keluar dari stand, ada penjelasan singkat tentang hal tersebut.

Di sebuah sudut ada seperti air terjun buatan.  Air terjun tersebut dialirkan melalui semacam kanal.  Dan dikanal tersebut terdapat balok-balok kayu yang jika posisinya diubah, aliran air di kanal berubah kecepatannta.  Nah, di ujung kanal ada semacam kincir yang berputar akibat aliran air.  Kincir tersebut dihubungkan dengan dinamo.  Jika posisi balok-balok kayu diubah, cahaya lampu listrik di panel berubah.  Semakin terang atau semakin redup.

Saya tentu faham, karena ketika aliran air di kanal semakin cepat/deras, putaran kincir semakin cepat dan voltage listrik yang dihasilkan akan meningkat dan selanjutnya lampu di panel semakin terang.  Tetapi peristiswa itu akan menarik buat anak-anak SD dan bahkan SMP.  Bagaimana itu terjadi.

Di dekatnya, ada seperti pesawat terbang kecil.  Panjangnya mungkin hanya 20 cm. Sayapnya terbuat dari sel surya.  Pesawat terbang kecil tersebut digantung dengan kawat atau benang kecil yang terkait dengan langit-langit stand.  Sepertinya ada rel berbentuk lingkaran di langit-langit itu, sehingga pesawast kecil tadi dapat bergerak melingkar.  

Di lokasi tersebut ada alat mirip senter.  Jika cahaya senter diarahkan kepada sayap pesawat, kemudian pesawatnya bergerak melingkar.  Kenapa ya?  Bagi orang dewasa dan pernah belajar Fisika tentu tahu.  Cahaya yang disorotkan pada sel surya akan mengahasilkan energi yang mampu menggerakkannya.  Semakin besar cahaya yang disorotkan akan semakin cepat geraknya pesawat terbang kecil tadi.

Masih banyak alat permainan lain, misalnya beberapa bola yang beratnya berbeda.  Kemudian kegelindingkan pada papan miring secara bersamaan.  Bola mana yang lebih dahulu sampai di ujung bawah papan miring.  Juga ada tempat pengunjung mendekatkan wajah.  Jika wajah sudah didepatkan akan muncul di semacam TV wajah tersebut.  Nah ada semacam keypad untuk mengetik berapa usia anda sekarang.  Kemudian kita dapat usia kita di masa datang.  Setelah itu, akan muncul gambar wajah kita di usia yang kita ketik.  Dan masih banyak lagi permainan.

Saya mengamati anak-anak yang datang ke NEMO membawa lembaran kertas dan tampaknya mengisi sesuatu setelah mencoba permainan.  Sayang bahasanya bahasa Belanda, sehingga saya tidak faham.  Nah, ketika keluar saya sempatkan bertanya kepada petugas di pintu masuk.  Sungguh mengagetkan dan sekaligus memberi pujian, ternyata anak-anak yang masuk bersama gurunya itu diberi semacam modul atau LKS yang harus diisi setelah  mereka mencoba permaian.  Saya tidak sempat bertanya lebih detail tentang itu, karena petugasnya sibuk.  Namun, kesan saya permainan di NEMO bukan sekedar permaian biasa tetapi permainan edukatif.

Nah, ketika para guru SD dan guru IPA SMP mengeluhkan minat anak-anak belajar IPA, rasanya permainan yang ada di NEMO dapat sangat membantu.  Mungkinkan kota sebenar Surabaya ini sudah waktunya memiliki?  Semoga.

Tidak ada komentar: