Senin, 12 Oktober 2026

MENIMBANG LAYANAN PENDIDIKAN

 Program Sekolah Rakyat telah berjalan satu tahun.  Sekolah Rakyat dirancang untuk melanyani anak-anak dari keluarga sangat miskin, sehingga mereka diasramakan dengan maksud mendapatka fasilitas kehidupan sehari-hari yang baik. Mereka mendapatkan tempat tinggal di asrama yang representatif, makanan dengan gisi baik dan bimbingan belajar dan aktivitas keseharian secara baik pula. Sejak awal, saya membayangkan yang paling tidak mudah itu bapak/ibu asrama, karena harus menangani/membimbing anak-anak yang sangat beragam dan sangat mungkin tidak terbiasa hidup tertib dan bersih.

Mengamati kehidupan keseharian mereka, baik di kelas maupun di luar kelas dan kemudian membandingkan dengan siswa di sekolah pada umumnya, saya menjadi teringat ungkapan Dinas Pendidikan Jawa Timur beberapa waktu lalu.  Saat diskusi, seorang Pejabat Dinas Pendidikan mengatakan, banyak SD negeri yang kekurangan murid, banyak SD swasta kecil yang tutup karena tidak memperoleh siswa yang cukup.  Sementara itu, banyak SD swasta tertentu yang biasanya bagus kelebihan pendaftar. ma Bahkan harus inden kalau ingin memasukan anak ke sekolah tersebut. Pada hal sekolah seperti itu biasanya mahal.  Mengapa itu terjadi?  Mungkin dapat dijelaskan dengan gambar berikut.

Anak-anak dari keluarga dengan sosial ekonomi bagus akan dikirim ke sekolah yang diyakini baik. Orangtua rela membayar mahal untuk dapat memasukkan anaknya ke sekolah yang diingikan.  Bahkan mau inden agar dapat kepastian anaknya dapat diterima. Mirip, kalau anak kita sakit, dan dokter meminta memberi obat tertentu dan mahal, akan tetap kita beli sepanjang kita punya uang.

Bagaimana jika untuk masuk kesekolah tersebut harus melalui seleksi?  Jika anaknya memiliki kemampuan dasar bagus, yang di gambar termasuk di kwadran kanan atas, berarti aman.  Bagaimana jika kemampuan dasar si anak kurang baik, yang di gambar termasuk di kwadran kiri atas?  Orangtua akan mencari cara agar anaknya dapat masuk ke sekolah yang bagus.  Misalnya bersedia memberi sumbangan tertentu. Atau mengikutkan bimbingan belajar agar mampu mengerjakan soal-soal tes dengan baik, Atau memasukkan kesekolah yang tidak memberlakukan seleksi masuk.  Jadi bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat sosial ekonomi bagus, pemerinta tidak perlu pusing.  Orangtuanya akan berusaha dengan sekuat tenaga agar anaknya mendapatkan sekolah yang terbaik.

Bagaimana dengan anak-anak yang berasal dari keluarga yang secara sosial ekonomi kurang baik?  Inilah yang menurut saya perlu mendapat perhatian, karena berbagai studi menunjukkan pendidikan merupakan salah satu faktor penting untuk mobilitas vertikal, faktor untuk “megubah nasib” anak tersebut agar tidak seperti nasib orangtuanya.  Jika anaknya pandai yang dalam gambar termasuk kwadran kanan bawah, barangkali tidak terlalu sulit, karena sudah disediakan beasiswa, sehingga mereka akan mampu bersaing dengan anak-anak lainnya. Sudah banyak bukti, anak-anak seperti itu bahkan mampu berprestasi ketika sekolah maupun setelah berkerja.

Bagaimana jika kemampuan dasar anak tersebut kurang baik?  Artinya sudah berasal dari keluarga dengan sosial ekonomi kurang baik dan juga memiliki kemampuan dasar kurang baik. Jika di gambar termasuk di kwadran kiri bawah.   Kelompok inilah yang memerlukan perhatian ekstra. Sangat mungkin di Sekolah Rakyat banyak anak-anak yang terkategori ini. Jika masih usia SD kelas awal, barangkali relative lebih mudah, walaupun memerlukan kesabaran.  Namun jika masuk Sekolah Rakyat sudah SMP atau bahkan SMA, artinya sudah remaja, mungkin saja sudah terbiasa hidup di masyarakat yang kurang berih atau kurang tertib makan penanganan menjadi lebih tidak mudah.  Diperlukan kesabaran yang dipadu dengan ketegasan yang tepat.  Ketegasan saja, tanpa diimbangi dengan kesabaran sangat mungkin membuat mereka tidak kerasan dan keluar.  Kesabaran saja, tanpa ketegasan sangat mungkin mereka tidak dapat hidup tertib sebagaimana aturan Sekolah Rakyat. Dan it uterus terjadi akan ditiru oleh temannya. Ada yang juga perlu mendapatkan catatan serius.  Jika kita salah menangani anak-anak seperti itu dan kemudian mereka ketemu dengan orang jahat, bukan tidak mungkin akan terpengaruh dan menjadi bagian dari kejahatan tersebut.


Tidak ada komentar: