Program Sekolah Rakyat telah berjalan satu tahun. Sekolah Rakyat dirancang untuk melanyani anak-anak dari keluarga sangat miskin, sehingga mereka diasramakan dengan maksud mendapatka fasilitas kehidupan sehari-hari yang baik. Mereka mendapatkan tempat tinggal di asrama yang representatif, makanan dengan gisi baik dan bimbingan belajar dan aktivitas keseharian secara baik pula. Sejak awal, saya membayangkan yang paling tidak mudah itu bapak/ibu asrama, karena harus menangani/membimbing anak-anak yang sangat beragam dan sangat mungkin tidak terbiasa hidup tertib dan bersih.
Mengamati kehidupan keseharian mereka, baik
di kelas maupun di luar kelas dan kemudian membandingkan dengan siswa di
sekolah pada umumnya, saya menjadi teringat ungkapan Dinas Pendidikan Jawa
Timur beberapa waktu lalu. Saat diskusi,
seorang Pejabat Dinas Pendidikan mengatakan, banyak SD negeri yang kekurangan
murid, banyak SD swasta kecil yang tutup karena tidak memperoleh siswa yang
cukup. Sementara itu, banyak SD swasta
tertentu yang biasanya bagus kelebihan pendaftar. ma Bahkan harus inden kalau
ingin memasukan anak ke sekolah tersebut. Pada hal sekolah seperti itu biasanya
mahal. Mengapa itu terjadi? Mungkin dapat dijelaskan dengan gambar
berikut.
Anak-anak dari keluarga dengan sosial ekonomi bagus akan dikirim ke sekolah yang diyakini baik. Orangtua rela membayar mahal untuk dapat memasukkan anaknya ke sekolah yang diingikan. Bahkan mau inden agar dapat kepastian anaknya dapat diterima. Mirip, kalau anak kita sakit, dan dokter meminta memberi obat tertentu dan mahal, akan tetap kita beli sepanjang kita punya uang.
Bagaimana jika untuk masuk kesekolah
tersebut harus melalui seleksi? Jika
anaknya memiliki kemampuan dasar bagus, yang di gambar termasuk di kwadran
kanan atas, berarti aman. Bagaimana jika
kemampuan dasar si anak kurang baik, yang di gambar termasuk di kwadran kiri
atas? Orangtua akan mencari cara agar
anaknya dapat masuk ke sekolah yang bagus.
Misalnya bersedia memberi sumbangan tertentu. Atau mengikutkan bimbingan
belajar agar mampu mengerjakan soal-soal tes dengan baik, Atau memasukkan
kesekolah yang tidak memberlakukan seleksi masuk. Jadi bagi anak-anak yang berasal dari
keluarga dengan tingkat sosial ekonomi bagus, pemerinta tidak perlu
pusing. Orangtuanya akan berusaha dengan
sekuat tenaga agar anaknya mendapatkan sekolah yang terbaik.
Bagaimana dengan anak-anak yang berasal
dari keluarga yang secara sosial ekonomi kurang baik? Inilah yang menurut saya perlu mendapat
perhatian, karena berbagai studi menunjukkan pendidikan merupakan salah satu
faktor penting untuk mobilitas vertikal, faktor untuk “megubah nasib” anak
tersebut agar tidak seperti nasib orangtuanya.
Jika anaknya pandai yang dalam gambar termasuk kwadran kanan bawah,
barangkali tidak terlalu sulit, karena sudah disediakan beasiswa, sehingga
mereka akan mampu bersaing dengan anak-anak lainnya. Sudah banyak bukti,
anak-anak seperti itu bahkan mampu berprestasi ketika sekolah maupun setelah
berkerja.
Bagaimana jika kemampuan dasar anak
tersebut kurang baik? Artinya sudah berasal
dari keluarga dengan sosial ekonomi kurang baik dan juga memiliki kemampuan
dasar kurang baik. Jika di gambar termasuk di kwadran kiri bawah. Kelompok inilah yang memerlukan perhatian
ekstra. Sangat mungkin di Sekolah Rakyat banyak anak-anak yang terkategori ini.
Jika masih usia SD kelas awal, barangkali relative lebih mudah, walaupun
memerlukan kesabaran. Namun jika masuk
Sekolah Rakyat sudah SMP atau bahkan SMA, artinya sudah remaja, mungkin saja sudah
terbiasa hidup di masyarakat yang kurang berih atau kurang tertib makan penanganan
menjadi lebih tidak mudah. Diperlukan kesabaran
yang dipadu dengan ketegasan yang tepat.
Ketegasan saja, tanpa diimbangi dengan kesabaran sangat mungkin membuat
mereka tidak kerasan dan keluar. Kesabaran
saja, tanpa ketegasan sangat mungkin mereka tidak dapat hidup tertib sebagaimana
aturan Sekolah Rakyat. Dan it uterus terjadi akan ditiru oleh temannya. Ada
yang juga perlu mendapatkan catatan serius.
Jika kita salah menangani anak-anak seperti itu dan kemudian mereka ketemu
dengan orang jahat, bukan tidak mungkin akan terpengaruh dan menjadi bagian
dari kejahatan tersebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar